Sesungguhnya Resiko Bukan Dalam Saham Yang Kita Miliki, Tetapi Dalam Diri Kita

IHSG Masih “Nongkrong” di Cafe 4.800-4.900, Ada Apa Ya?
July 24, 2015
IHSG Tergelincir dari Level Support Psikologisnya. (Breakdown 4.800) !
July 28, 2015

Sesungguhnya Resiko Bukan Dalam Saham Yang Kita Miliki, Tetapi Dalam Diri Kita

psikologi trading saham | belajar saham

Trading Psychology

psikologi trading saham | belajar saham

Psikologi trading – Tahukah Anda bahwa setiap hari kita diperhadapkan dengan resiko dalam kehidupan sehari hari, disadari atau tidak resiko selalu ada dalam hal apapun. Sebagai contoh, ketika kita mengemudikan mobil ke suatu tempat entah itu ke kantor atau tempat lainnya maka ada resiko yang harus dihadapi, resiko ditabrak oleh kendaraan lain atau resiko karena kita yang lalai sehingga menabrak kendaraan orang lain. Mobil yang kita kemudikan itu pada dasarnya bersifat netral, yang tidak netral adalah manusianya. Tul kan?

Nah, demikian dengan resiko dalam ber investasi, ada resiko investasi itu sendiri ada resiko dari diri kita sendiri. Mari kita lihat resiko dari sisi seorang investor atau paling tidak dari diri kita sendiri sebagai trader / investor di bursa.

Sebagai seorang trader atau investor di bursa, minimalnya anda “dituntut” untuk memiliki pengetahuan yang memadai untuk dapat bertahan di bursa itu sendiri. Dengan pengetahuan itulah, Anda memutuskan sebuah saham layak dibeli atau tidak. Namun jika Anda mau tahu apa sesungguhnya resiko itu, cobalah bercermin dan lihatlah diri Anda sendiri, maka itulah resiko yang sesungguhnya, YA DIRI ANDA SENDIRI adalah sebuah RESIKO.

Psikolog pemenang nobel dibidang ekonomi, Daniel Kahneman, melakukan penelitian mengenai peran persepsi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, menyimpulkan ada dua faktor yang menjadi ciri keputusan yang baik:

  1. Keyakinan yang Dikalibrasi Dengan Baik
  • Apakah saya memahami bidang investasi yang sebaik saya kira/pikir?
  1. Penyesalan yang Diantisipasi Dengan Tepat
  •  Bagaimana saya akan bereaksi jika analisa saya salah ?

Untuk megetahui apakah keyakinan anda telah terkalibrasi dengan baik, lihatlah kedalam cermin, dan mulai tanyalah kepada diri anda sendiri pertanyaan-pertanyaan ini,

  • Berapa besar peluangnya bahwa analisa saya benar?
  • Berapa banyak pengalaman yang saya miliki?
  • JIka saya membeli, orang lain menjual, seberapa besar kemungkinan bahwa aku mengetahui sesuatu yang tak diketahui orang lain?
  • JIka saya menjual, orang lain membeli, seberapa besar kemungkinan bahwa aku mengetahui sesuatu yang tak diketahui orang lain?
  • Apakah aku telah menghitung seberapa tinggi nilai investasi yang bisa saya peroleh agar untung atau impas, termasuk biaya biaya yang lainnya?

Berikutnya untuk mengetahui apakah anda adalah orang yang benar benar bisa mengantisipasi penyesalan, tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri anda didepan cermin:

  • Jika saya benar, saya bisa mendaptkan banyak uang, namun bagaimana jika saya salah?
  • Apakah saya punya bentuk investasi lain yang bisa menyelamatkan saya jika keputusan ini salah?
  • Apakah saya memiliki saham atau obligasi yang mempunyai bukti tertulis bahwa ini naik dan menguntungkan ketika jenis investasi yang kupertimbangkan ini malah turun?
  • Ketika saya mengatakan kepada diri sendiri, “Kamu mempunyai tingkattoleransi yang tinggi terhadap resiko” pertanyaannya, bagaimana saya bisa tahu? Apakah saya pernah kehilangan uang dalam sebuah investasi? bagaimana perasaanku?
  • Apakah saya hanya mengandalkan kemauan agar tidak panik disaat keputusan yang saya ambil keliru? Ataukah saya sudah mengendalikan perilaku saya sendiri terlebih dahulu dengan melakukan diversifikasi?

Jadi sebelum anda berinvestasi, pastikan bahwa anda telah secara realistis memperhitungkan bahwa probabilitas anda benar dan tahu bagaimana anda harus bereaksi terhadap konsekwensi yang salah. Finally, Knowing Yourself is The key To Survive in The Market.

Salam Sukses – Happy Trading!

Sumber : The Intelligent Investor By Benyamin Graham

Comments are closed.