Articles

Peluang Investasi

IPO, Right Issue, Warrants, ETF and Others

Ada banyak variasi dalam berinvestasi di pasar modal, berikut kita akan ulas apa saja bentuk investment opportunity tersebut.

I. IPO (Initial Public Offering)

IPO merupakan proses penawaran saham yang dilakukan  oleh perusahaan yang status sebelumnya private company untuk menjadi public company kepada investor yang berminat. Dengan melakukan IPO maka perusahaan mempunyai akses ke pasar modal. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh dana segar untuk pembiayaan operasional perusahaan maupun melakukan ekpansi dengan cost yang lebih efisien.

Namun disatu sisi, going public has its disadvantages. Public company “dituntut” untuk selalu megedepankan keterbukaan informasi bagi investor dan masyarakat dan potensi timbulnya biaya biaya lainnya yang ditetapkan oleh regulator pasar modal.

Umumnya IPO dilakukan ketika perusahaan dinilai telah berkembang secara signifikan atau akan melakukan ekpansi maupun re-financing agar perusahaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien untuk tumbuh lebih baik kedepannya.

How Do Investors benefit from IPO ?

Ketika perusahaan melakukan IPO tidak jarang respon dari investor cukup antusias bahkan seringpula kita mendengar sahamnya sudah oversubcribed 100 x, 200x dsbnya. Fenomena ini masih sering terjadi saat ini apalagi jika yang IPO adalah perusahaan perusahaan besar dan sudah terkenal. Namun disini yang perlu dicermati bahwa investor tidak selalu mendapatkan capital gain pada saat membeli saham IPO dan malah harga saham pada saat IPO bisa turun lebih rendah dari initial price nya pada hari pertama sekalipun. Oleh karena itu investor harus lebih selektif dan cermat didalam melakukan pembelian saham IPO.

Bagi seorang trader, membeli saham IPO sah sah saja hanya yang perlu diperhatikan adalah siklus pasar pada saat IPO tersebut.

To subscribe or Not To Subscribe To An IPO ?

Berikut tips untuk melakukan investasi di saham IPO. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

  1. Sejarah dan nature of the business (know your spouse)
  2. Financial Performance (EPS, Debt Equity Ratio, Net Asset, Sales Growth, dsbnya)
  3. Jumlah saham yang diterbitkan (biasanya lebih besar jumlah saham yang diterbitkan, semakin kecil kemungkinan saat IPO untuk mengambil harga yang lebih tinggi pada hari pertama)
  4. Baca laporan analis melalui surat kabar ataupun website keuangan dan bisnis yang ada agar kita mendapat sekilas pencerahan dari peusahaan yang akan menawarkan saham perdananya di bursa.

II.  RIGHT ISSUE

Perusahaan yang sudah listing di bursa (Public Company) dapat meningkatkan modal baik melalui pinjaman atau dengan menerbitkan saham baru untuk pemegang saham yang sudah ada (existing shareholders). Penerbitan saham biasa kepada pemegang saham yang sudah ada itu disebut Right Issue.

 Dalam Right Issue, setiap pemegang saham dapat memperoleh saham baru atas setiap saham yang sudah dimiliki sebelumnya. Hal ini tentunya  memberikan para pemegang saham opsi untuk membeli sejumlah tertentu saham baru dari perusahaan pada harga tertentu, biasanya di bawah harga pasar – dalam waktu tertentu, setelah itu, hak nya akan berakhirsetelah jangka waktu penawaran atas right issue itu selesai. Disamping itu, right issue juga bertujuan membuat saham tersebut lebih likuid karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak.

Sebagai contoh, jika perusahaan mengumumkan right issue 1 saham untuk 2 saham, ini berarti para pemegang saham akan berhak atas satu saham baru untuk setiap dua saham yang sudah dimiliki sebelumnya.

RIGHT ISSUENUMBER OF RIGHTS ENTITLED
1 : 11000 x 1 = 1000
1 : 21000 x 2 = 2000
2 : 51000 x 2/5 = 400
5 : 71000 x 5/7  = 71

Effects on Shareholders

Selama tidak ada perubahan harga, secara teoritis maka bagi pemegang saham tidak mengalami keuntungan ataupun kerugian.

III. Warrants

Warrant adalah hak membeli saham biasa pada waktu dan harga yang sudah ditentukan sebelumnya, biasanya hak waran dijual bersamaan dengan surat berharga (misal obligasi), Biasanya harga pelaksanaan lebih rendah daripada harga pasar saham.

Setelah saham ataupun obligasi tersebut tercatat di bursa, waran dapat diperdagangkan secara terpisah. Di IHSG tersedia trading waran untuk saham saham tertentu. Disini pemilik waran dapat menukarkan waran yang dimilikinya 6 bulan setelah waran tersebut diterbitkan oleh emiten. Harga waran itu sendiri berfluktuasi selama periode perdagangan.

Dengan memiliki waran, kesempatan untuk memperoleh capital gain tetap ada seperti layaknya memiliki saham. Capital Gain diperoleh ketika harga beli lebih rendah daripada harga jual .

How to Value A Warrant

July 2, 2015
peluang investasi | belajar pasar modal

Peluang Investasi

Peluang Investasi IPO, Right Issue, Warrants, ETF and Others Ada banyak variasi dalam berinvestasi di pasar modal, berikut kita akan ulas apa saja bentuk investment opportunity […]
July 1, 2015
belajar pasar modal | trading saham sulit

Siapa Bilang Trading Saham Sulit?

Siapa Bilang Trading Saham Sulit? Tahukah Anda jika hal apapun dipelajari dengan baik dan dilakukan setelah dipelajari maka hal tersebut akan menjadi mudah?. Demikian pula dengan […]
July 1, 2015
belajar saham | trading saham

Cara Mudah Memulai Di Pasar Saham

Hello Fellow Investor! Untuk memulai investasi di pasar modal sebenarnya mudah saja, setelah Anda memiliki pengetahuan investasi maka Anda perlu membuka rekening di perusahaan sekuritas agar […]
June 28, 2015
pengertian saham | saham adalah

Apa sih Saham itu?

Definisi saham menurut Ensiklopedia Wikipedia adalah satuan nilai pembukuan dalam berbagai instrument finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dikatakan adanya bagian kepemilikan sebuah perusahaan […]