Akankah IHSG menuju 6000 ?

Akankah IHSG menuju 6000 ?

ihsgongoing21

Ditengah hingar bingar rally IHSG yang penuh optimisme dari para pelaku pasar, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan minggu kedua bulan Agustus 2016 ini  Jumat (12/8) jatuh di zona merah di level 5377,19 poin (-0,77 %) setelah semenjak tanggal 9 Agustus 2016 lalu gagal melampaui resistance nya di area 5464.  TItik ini merupakan all time high yang pernah dicapai sejak tgl  24 April 2015 lalu.

Saham saham yang tergabung dalam LQ 45 yang biasa disebut market mover juga cenderung bergerak menurun sejak tanggal 9 Agustus 2016  , dan tentunya hal ini membuat IHSG terus terjun bebas hingga akhirnya meninggalkan level support psikologisnya sebelumnya di 5400 .

complq4512082016

sectorindexihsg12082016

Picture is a courtesy of www.ipotnews.com

Nah, Bagaimana outlook IHSG kedepannya ditinjau dari perspektif teknikal nya ? mari kita perhatikan chart berikut ini,

COMPOSITE2015TILLPRESENTDAY

Chart diatas ini merupakan pergerakan IHSG sejak awal tahun 2015 hingga tanggal 12 Agustus 2016 , disini kita bisa melihat bahwa IHSG sudah mencapai titik all time high nya yang pernah dicapai sebelumnya di bulan April 2015 lalu tepatnya tanggal 24 April 2015 lalu dan bisa dikatakan juga break 1 year high sejak awal Juli 2016. Lantas apa artimya?  Artinya IHSG sudah menunjukkan dan bergerak uptrend saat ini, tentu saja ini adalah hal yang menarik buat kita semua para pelaku pasar khususnya di IHSG.

Chart diatas juga menunjukkan bahwa IHSG semenjak breakout tanggal 29 Juni 2016 , IHSG terus bergerak ke utara dengan tenaga yang luar biasa, dimana salah satu ‘bahan bakar’ tambahannya adalah berita tentang kepastian disahkannya UU Tax Amnesty di bulan Juli 2016 dan akhirnya UU tsb terealisasi di tanggal 1 Juli 2016.

2016Aug12-COMPOSITEweekly

Based on IHSG weekly chart diatas, pergerakan IHSG memang bergerak uptrend selama 5 minggu terakhir dan terkonfirmasi  dimana last price > MA5 >MA10> MA20 > MA50 , dan akhirnya ditutup dengan candle merah di minggu ke enam. , bagi saya ini merupakan koreksi yang cukup sehat selama tidak break 5300, dan ini bisa menajdi pintu masuk kita untuk average saham saham yang potensial untuk rebound.  Jika angka 5300 ini tidak bisa dipertahankan ,tidak menutup kemungkinan IHSG akan bergerak ke level support nya di 5200.

Dengan asumsi level 5300 tidak dijebol, maka IHSG diprediksi akan bergerak di rentang support 5300 dan resistance 5400, terlihat level 5400 merupakan resist kuat, dimana sudah 2 kali ditanggal 8 – 9 Agustus 2016 lalu berusaha menjebol plafond nya namun belum berhasil. TIdak menutup kemungkinan saat ini IHSG turun untuk mengumpulkan ‘amunisi’ untuk menjebol resist nya, hehehe,,,,kayak film aja nih.  Namun apapun itu, saat ini irama IHSG dalam keadaan strong bullish.

Lantas, akankah mampu menuju ke level 6000 ?

Jawaban yang paling tepat dari pertanyaan diatas adalah saya tidak tahu pastinya, ow, berarti itu joke ya? Tentu saja tidak sepenuhnya candaan. Kenapa ? seperti yang kita ketahui saat ini , ada beberapa faktor yang menurut saya merupakan katalis penggerak IHSG, diantaranya :

  1. Repatriasi dana Tax Amnesty (TA).

Sejak sebelum disahkannya UU TA, isu isu ini telah direspon pasar dengan tercermin adanya pergerakan yang cukup positif sebelum lebaran Juli 2016 kemarin, dan puncaknya setelah disahkannya UU TA pada tanggal 1 Juli 2016 lalu, maka setelah liburan panjang lebaran , IHSG langsung tancap gas poll.

Lalu apa yang menarik dengan UU TA ini? Dengan adanya UU TA ini, diharapkan ada dana dana WNI yang diparkir di LN bisa pulang kampong, tentunya ini mendorong terciptanya sumber likuiditas baru yang merupakan amunisi penggerak roda perekonomian. Hal ini direspon cepat juga oleh OJK selaku otoritas sektor keuangan dengan menyiapkan berbagai instrument investasi dan salah satunya adalah di bursa efek Indonesia.

Berita ini juga direspon pelaku pasar lainnya , dalam hal ini Investor Asing yang selama ini boleh dikatakan  mendominasi walaupun tidak sepenuhnya sebagai ‘market mover’ IHSG. Alhasil, semua stakeholders IHSG bisa melihat pencapaian nya di level 5400 dalam waktu yang tidak relatif lama.  Ditambah belum adanya kepastian yang signifikan tentang waktu naiknya tingkat suku bunga acuan The Fed yang membuat pelaku pasar melirik kembali emerging  market yang potensial. Salah satunya ya IHSG ini.

Berikut gambar kenaikan IHSG dibandingkan dengan Index Bursa Dunia lainnya,

worldindex

Wow, mantapp ya?

2.Surplus NEraca PErdagangan Indonesia

Berita yang saya kutip dari situs tempo dimana Badan Pusat Statistik merilis data ekspor dan impor Indonesia selama periode Januari-Juni 2016. Dalam semester I 2016, BPS melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 3,59 miliar. (sumber : https:// m.tempo.co/read/news/2016/07/15/090787857/semester-i-neraca-perdagangan-indonesia-surplus-us-3-59-m)

Hal ini merupakan katalis yang cukup baik, secara tidak langsung ini mempengaruhi ekspetasi pasar terhadap fundamental perekonomian makro suatu negara.

Apa hubungannya dengan bursa/pasar saham?

Begini, neraca perdagangan yang biasa dikenal istilah Neraca Transaksi Berjalan merupakan tool yang komprehensif  untuk perdagangan internasional Indonesia. Dikarenakan mencakup semua transaksi barang dan  jasa, pendapatan faktor produksi (dari aset dan tenaga kerja), dan juga mobilisasi / pergerakan  uang.

Oleh karena itu, kalau sebuah negara mencatat defisit transaksi berjalan ini berarti negara ini menjadi peminjam (berhutang) dari negara-negara lain di dunia dan karenanya membutuhkan modal untuk membiayai gap/defisit ini. Karena defisit transaksi berjalan adalah data statistik yang penting, para investor khususnya di sektor keuangan(fund,finance,saham,obligasi) akan melihat neraca transaksi berjalan sebuah negara sebelum berinvestasi dalam aset apa pun.

Nah itulah sebabnya, mengapa data neraca perdagangan itu penting bagi investor dan jika sebuah negara mengalami kesulitan likuiditas devisa didalam membiayai kegiatan ekpsor impornya  maka perekonomian negara tsb boleh dikatakan kurang menarik dan akan berpotensi terjadinya capital outflows jika mengalami ‘turbulence’ yang akhirnya berdampak pada lesunya bursa saham yang ada dinegara tsb.

3.Wacana Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Perusahaan

Baru baru ini ada wacana untuk menurunkan tarif PPh perusahaan dimana saat ini masih dalam tahap pembicaraan. Tarif semula 25% akan diturunkan menjadi 17%. Keputusan ini tentunya cukup mengundang berbagai reaksi para pelaku sektor  keuangan dan sektor riil. Apa dampaknya bagi bursa ? dampak langsung akan dialami para emiten dimana penurunan tarif pajak akan berimbas pada kenaikan laba bersih yang pada akhirnya akan meningkatkan valuasi harga saham. Dengan meningkatnya valuasi ini harga akan berpotensi mengalami kenaikan, yang tentunya akan menjadi faktor yang menarik untuk melakukan trading di bursa.

Berita lengkap tentang wacana penurunan tarif PPh Perusahaan dapat anda akses di http://m.kontan.co.id/news/wah-tarif-pph-perusahaan-akan-diturunkan

Sebenarnya masih ada beberapa faktor lainnya yang mungkin bisa mempengaruhi pergerakan IHSG seperti kondisi global dan regional lainnya yang mungkin bisa terjadi ,namun disini penulis hanya mengulas dari sisi domestik.

Trading Tips,

Meskipun pergerakan IHSG yang sedang bullish ini , tidak ada jaminan  Anda akan selalu profit di bursa saham khususnya di BEI saat ini  jika Anda memilih saham yang kurang pas, buy and sell  diposisi yang keliru juga. Dan biasanya perasaannya akan sakit dua kali , hahaha, kenapa? karena bursa sedang  ijo royo royo,  eh kok malah nyungsep….capek deh…

Bagi para trader yang sangat aktif, ini adalah kesempatan untuk melakukan averaging up, yakni menambah posisi beli saham yang sama dengan porsi lebih kecil dengan catatan initial position nya  sudah pasti profit nya.

Dan Ingatlah selalu, sekalipun bursa lagi bullish, trading lah sesuai dengan risk profile anda dan bukan aji mumpung untuk trading sebanyak mungkin atau secepat mungkin bahkan sampai sampai membangun supermarket saham,  tetapi lebih menangkap   momentum yang terjadi. Trade in the right time in the right place in the right stock !

Jadi saat ini, kita ada didalam momentum yang relatif baik , manfaatkan kesempatan ini timing untuk akumulasi/buy  untuk  mendapatkan potensi keuntungan di masa mendatang.

IHSG sudah rally, banyak orang bilang  karena efek amnesti pajak lah, ibu Sri Mulyani Effect  lah, dsbnya, whatever lah, masakan kita  mau ketinggalan kereta lagi?

Happy Trading, Good Luck and GOD BLESS YOU…